About Us

Koperasi Serba Usaha (KSU) Baliem Arabica adalah koperasi terkemuka yang berbasis di Wamena, Papua Pegunungan, yang mengelola, memproses, dan mengekspor kopi Arabika spesialis organik langsung dari petani lokal di Lembah Baliem. Kopi mereka tumbuh secara alami di ketinggian 1.400–2.000 mdpl tanpa pupuk kimia.

Memastikan Jaminan 100%  Organic, Eksport Standard buat Konsumsi Lokal dan Mendekatkan Konsumen Lokal dengan berbagai Produk Koperasi Serba Usaha Baliem Arabica

 bertugas utama mensosialisasikan dan mempromosikan Kopi Papua atau Kopi Wamena: BBCoffee (Baliem Blue Coffee)sebagai Papua Specialty Coffee yang ditanam dengan cara yang sangat tradisional dan dengan proses 100% organic serta tumbuh di daerah dengan ketinggian sekitar 1600m di atas permukaan laut. Aroma dan citarasa yang unik dari BBCoffee adalah tingkat keasaman yang rendah dan didukung dengan rasa yang spicy.

Specialty

 Wilayah:  Pegnungan Tengah, DAtaran Tinggi Papua
 Kabupaten:  Jayawijaya, Tolikara, Puncak Jaya, Lani Jaya, Mamberamo Tengah, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Yalimo, Tolikara, Puncak Papua
 Jenis:  Arabica
 Proses:  Wet
 Aroma:  Honey like chocolaty caramel fruity
 Body:  Moderate medium acid clean
 Aftertaste:  Smokey choc caramley balanced
   

Kelebihan Kopi Arabika Wamena

  • Tumbuh di daerah pegunungan Jayawijaya Wamena dengan ketinggian 1.600 m di atas permukaan laut.
  • Tumbuh subur secara alami tanpa menggunakan pupuk kimia.
  • Memiliki aroma dan cita rasa yang khas
  • Dapat digolongkan Kopi Organik berdasarkan proses pertumbuhan secara alami.
  • Tidak terasa asam karena memiliki kadar asam yang rendah sehingga aman diminum bagi semua orang.

Profil dan Lokasi Operasional

Alamat Kantor Pusat Wamena: Jalan Thamrin Potikelek No. 69, Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Brand Utama: Kopi ini dipasarkan secara global dengan nama Baliem Blue Coffee.

Keunggulan Produk: Kopi ditanam sepenuhnya secara organik oleh petani tradisional dan dikenal memiliki aroma bunga yang harum, tekstur ringan, keasaman rendah, serta rasa yang manis.

Jaringan Distribusi dan KontakSelain gudang dan pusat pengumpulan di Wamena dan Jayapura, koperasi ini memiliki cabang pemasaran untuk menjangkau pasar internasional dan nasional:

Kantor Jakarta: Gedung Buncit 36, Jalan Warung Jati Barat No. 36, Ragunan, Jakarta Selatan.

Kantor Surabaya: Royal Park Residence Blok R No. 23, Gunung Anyar Tambak, Surabaya.Komunitas & Pemasaran: Anda dapat melihat kabar terbaru, proses pengiriman kopi, serta sertifikasi organik mereka langsung melalui Koperasi Serba Usaha Baliem Arabica Indonetwork atau halaman Facebook Baliem Arabica.

Sejarah Singkat

Atas pertolongan Tuhan, para Kepala Suku Adat yang adalah para petani kopi, duduk bersama dan membicarakan sesuatu guna mengurus dan membangun dirinya sendiri melalui suatu wadah resmi yang diberi nama “Koperasi Serba Usaha Baliem Arabica” dengan Merek Dagangnya: Baliem Blue Coffee atau disingkat “BBCoffee”.

Bagi orang Koteka, nama menunjukan identitas yang berhubungan dengan sejarah dan fakta, artinya nama itu punya makna tersendiri dan nama ini diberi atas inisiatif para kepala suku Adat sesuai dengan fakta yang ada. Untuk arti nama tersebut menurut kamus Adat adalah “Mbalim Minuk Anggen”.

Kemudian KSU-Baliem Arabica dengan dukungan penuh dari USAID-AMARTA telah menfasilitasi Koperasi dengan peralatan baik dari hama penggerek buah kopi, peralatan pasca panen, pembangunan fasilitas hingga peralatan mesin.

Lewat kesempatan ini kami ingin memperkenalkan Koperasi Serba Usaha Baliem Arabica yang memiliki visi dan tujuan untuk mewujudkan salah satu program Nasional yaitu Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan melalui pengembangan Kopi Arabica bersertifikasi organic dengan standard export guna meningkatkan standar nilai jual di tingkat petani agar petani memiliki posisi tawar yang kuat untuk dapat memasarkan hasil. Saat ini Koperasi Serba Usaha Baliem Arabica, dengan dukungan dari USAID-AMARTA lewat program PADA atau Papua Agribusiness development Alliance melakukan pengembangan Kopi Arabica organic yang bertaraf Internasional.

Koperasi Serba Usaha Baliem Arabica dengan dukungan dari USAID-AMARTA telah melakukan pelatihan budidaya pertanian Kopi organik di sembilan distrik penghasil Kopi di wilayah Pegunungan Tengah yang meliputi Kabupaten Jayawijaya, Lany Jaya, Mamberamo Tengah, Tolikara dan Yahukimo guna mendidik petani mengenai cara dan budidaya kopi organik mulai dari pembibitan, budidaya sampai paska panen.

Beberapa hal penting yang perlu diperbaiki dan ditanggulangi agar mutu kopi menjadi lebih baik adalah dalam hal pemetikan, pengupasan, penjemuran serta penyimpanan. Untuk memecahkan beberapa masalah yang bersifat mendadak tersebut Koperasi Serba Usaha Baliem Arabica telah menyalurkan bantuan berupa peralatan panen, seperti ember, loyang, karung dan terpal yang dibagikan secara merata di beberapa titik pengambilan Kopi. Namun pengupasan dan penyimpanan masih menjadi kendala utama yang harus ditanggulangi karena kopi yang disimpan di dalam Honai menyebabkan aroma yang dapat merusak kualitas serta belum adanya mesin pengupasan (Luwak) yang layak dan memadai di tingkat petani dapat pula mempengaruhi kualitas Kopi. Maka solusi tepat dan cepat untuk masalah ini adalah dengan jalan membangun dan merenovasi UPH yang telah ada dan mengaktifkannya sebagai pusat pengupasan dan penyimpanan kopi bagi kelompok tani.

Dengan demikian, lewat perkenalan usaha ini kami dari KSU Baliem Arabica selain memperkenalkan diri kami harap juaga agar ini menjadi bahan masukan untuk mendapatkan kepercayaan Pemerintah. Koperasi juga ingin mengetahui kemungkinan dari Pemerintah untuk mengaktifkan kembali dan membangun UPH tersebut serta melengkapinya dengan peralatan luwak di beberapa lokasi yang telah tersedia melalui wadah Koperasi Baliem Arabica.

Latar Belakang

Berangkat dari hasil pengamatan bahwa kondisi perkopian di Lembah Baliem ini yang di kelolah oleh orang-orang tua kami di kampung-kampung sepertinya kurang memberi arti bagi peningkatan kesejahteraan mereka, atau dengan kata lain usaha tani yang diperoleh tidak sebanding dengan pengorbanan waktu, tenaga, dan biaya, maka Koperasi Baliem Arabica merasa tergerak untuk berbuat sesuatu demi menolong orang-orang tua kami.

Dan lewat pertolongan Tuhan, program AMARTA yang didukung oleh USAID telah hadir memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Atas sinergi dengan instansi terkait, pelayanan itu diwujudkan dalam bentuk bantuan teknis, bantuan manajemen, bantuan peralatan dan bantuan financial.
Sebagai pemain baru di bidang perkopian, kami sadar betul akan tantangan-tantangan yang bakal dihadapi. Namun dengan bekal keyakinan bahwa kami hadir dengan membawa kebaikan bukan membawa keburukan, maka kami berani mengemban amanat orang-orang tua kami para petani kopi.

Setelah melewati masa-masa persiapan sesudah terbentuknya Koperasi Baliem Arabica, yang meliputi sosialisasi, penyuluhan tekhnis budidaya serta proses pasca panen, instalasi peralatan produksi, dan lain-lain, maka Koperasi mulai mengadakan transaksi pembelian kopi. Kami menggunakan system jemput bola, artinya pembelian dilakukan langsung ke kampong-kampung. Bahkan ada pula yang dilakukan di kebun kopi. Cara ini dengan antusias disambut baik oleh para petani. Ada petani yang menjual kopi gabah puluhan hingga ratusan liter, tetapi tidak sedikit pula petani yang hanya menyerahkan satu/dua sampai lima liter saja.

Selama kegiatan pembelian kopi yang dimulai dari bulan Mei 2008, kami telah menjangkau 9 Distrik di Kabupaten Jayawijaya, Distrik Maki, Pirime, Tiom, Tiom Eneri, Melagi Eneri, Gamelia, dan Balingga di Kabupaten Lani Jaya, Distrik Bokondini dan Distrik Kanero di Kabupaten Tolikara, Distrik Kelela, Distrik Ilugwa, Distrik Kobakma dan Distrik Eragayam Kabupaten Mamberamo Tengah dan walau harus menyeberangi tanah longsor di kali Yetni, kami juga telah menjangkau Distrik Kurima dan Tangma di Kabupaten Yahukimo.

Dari segi harga pembelian kopi yang diberlakukan oleh Koperasi Baliem Arabica sangat jauh peningkatannya. Sebelum kehadiran Koperasi Baliem Arabica, harga biji kopi hijau pada kisaran Rp. 8.000 sampai Rp. 10.000 per kilogram, bahkan menjadi lebih rendah lagi jika dibeli di kampung-kampung. Namun setelah Koperasi Baliem Arabica ada, harga pertama yang ditawarkan jika disetarakan dengan kopi hijau kering adalah sebesar Rp. 14.000 per kilogram. Tetapi melihat semangat dan gairah petani yang mulai bangkit kembali dengan sungguh-sungguh, maka Koperasi Baliem Arabica memberi apresiasi dengan menaikkan harga pembelian menjadi Rp. 17.500 per kilogram setara kopi hijau kering, berarti ada perbaikkan harga yang diterima petani lebih dari 100%.

Namun perasaan keraguan dan penyesalan bercampur sedih terkadang silih berganti melihat kenyataan perkebunan kopi yang dihimpit hutan-belukar dan tanggapan petanipun tidak serius karena memang para petani benar-benar tidak percaya terhadap pasaran kopi. Guna mengembalikan kepercayaan petani terhadap pasaran kopi maka Koperasi Baliem Arabica atas bimbingan dari program AMARTA, saat ini telah mengupayakan sertifikasi bagi para petani kopi, yakni sertifikasi Organic, sertifikasi Fairtrade, sertifikasi Rain Forest Alliance, dan sertifikasi Friendly Bird. Dua yang pertama sedang berjalan. Jika sertifikasi-sertifikasi tersebut di atas terwujud, maka dapat dipastikan ada peningkatan harga sebesar minimal 40%.

Tentang kualitas kopi dari Lembah Baliem tidak perlu lagi diragukan. Dalam berbagai tes uji citarasa yang dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri, sudah terbukti “Baliem Blue Coffee”atau disingkat “Bebecoffee”memiliki citarasa yang tinggi. Terakhir pada konfrensi Asosiasi Kopi Spesial Amerika yang diikuti oleh pelaku-pelaku kopi Spesial dari seluruh dunia, kopi dari daerah ini diikutsertakan oleh Asosiasi Kopi Spesial Indonesia karena Koperasi Baliem Arabica adalah salah satu anggota organisasi itu.

Dari kegiatan dunia tersebut, tercipta minat dari beberapa perusahaan besar dan terkenal seperti dari Negara Belgia, Belanda, Jerman dan Amerika Serikat sendiri. Setelah dipertimbangkan dengan kemampuan volume produksi dan prospek pasar kedepan, maka untuk tahap pertama ini dipilih satu perusahaan kopi dari Amerika Serikat. Mereka meminta 2 kontainer atau 36 ton. Namun oleh sejumlah hal, dari 18 ton yang disepakati kami baru sanggup mengumpulkan 12 ton. Dan puji Tuhan, mereka mau memahami keadaan ini, yang dalam bisnis internasional dengan persaingan ketat adalah sesuatu yang sangat dihindari.